Selasa, 13 Maret 2012

Cerita Lucu

Istilah Komputer Dalam Bahasa Malaysia

Beginilah akibatnya kalau orang Malaysia menerjemahkan istilah-istilah komputer.

hardware = barang keras
software = barang lembut
joystick = batang bahagia
plug and play = cucuk dan main
port = lubang
server = pelayan
client = pelanggan

Inggris: “That server gives a plug and play service to the clients using either hardware or software joystick.
The joystick goes into the port of the client.”

Malaysia: “Pelayan itu memberi pelanggannya layanan cucuk dan main
dengan mempergunakan batang bahagia jenis keras atau lembut.
Batang bahagia itu dimasukkan ke dalam lubang pelanggan.

Pembohong

Di suatu sidang pengadilan,
Pak Hakim meminta terdakwa berdiri untuk mendengarkan tuntutan.

"Saudara didakwa membunuh seorang guru SMA dengan menggunakan gergaji mesin!" kata hakim.

Dari deretan meja pengunjung terdengar seseorang berteriak, "Kurang ajaaarrr!!!"

"Harap tenang. Ini ruang sidang!" bentak hakim.
Ia kemudian melanjutkan tuntutannya, "Saudara juga didakwa melakukan pembunuhan

terhadap seorang loper koran dengan menggunakan sekop!"

"Bajingannnnn! !!" teriak pengunjung yang tadi.

"Tenang, harap tenang!" teriak hakim nggak kalah kerasnya.
"Selanjutnya, saudara terdakwa juga dituduh melakukan pembunuhan terhadap seorang tukang pos

dengan menggunakan bor listrik!" kata hakim sambil memandangi terdakwa.

"Keparatttt! !!!" teriak pengunjung tadi tanpa bisa ditahan.

Dengan geram hakim berkata, "Jika anda tidak bisa memberikan alasan kenapa berulah seperti ini,

maka saya akan mendudukkan anda di kursi pesakitan dengan tuduhan menghina pengadilan!"

"Saya adalah tetangga terdakwa selama sepuluh tahun terakhir, Pak Hakim.
Dan setiap kali saya ingin meminjam gergaji, bor, atau sekop,
dia selalu bilang nggak punya…!!!"

Beli makanan burung

Seorang lelaki berbelanja di sebuah toko khusus penjual makanan hewan piaraan.
Selesai berkeliling, dia mendatangi kasir sambil membawa makanan kaleng untuk anjing.
Si kasir bertanya, "Bapak punya anjing?"

"Ya."
"Mana?"
"Di rumah."
"Peraturan toko mengharuskan saya melihat anjing Bapak lebih dahulu
sebelum mengizinkan Bapak membeli barang ini."

Lelaki tersebut pulang dengan tangan kosong.
Keesokan harinya dia kembali berbelanja ke toko yang sama.
Dia membawa dua kaleng makanan kucing, datang ke kasir bermaksud membayar.
"Bapak punya kucing?" tanya si kasir.

"Punya."
"Mana?"
"Di rumah."
"Maaf, Pak. Peraturan toko. Saya musti melihat kucing Bapak dulu."

Pria itupun pulang dengan tangan hampa lagi.
Dia kembali lagi keesokan harinya dan kali ini langsung mendatangi kasirnya.

"Lihat sini," dia berkata sambil membuka celananya dan memperlihatkan alat kelaminnya.

"Saya mau beli makanan burung."

Selundupan dari Palestina

Seorang Palestina bernama Mahmud hendak melintasi pos perbatasan Israel - Palestina.
Dia bersepeda dan membawa dua tas besar di pundaknya.

Tentara Israel segera memerintahkan dia berhenti, “Pinggirkan sepedamu itu.
Saya ingin bertanya, apa isi kedua tas itu?” “Pasir,” jawab Mahmud.

Tentara Israel tidak percaya begitu saja.
Mereka membongkar kedua tas itu dan benar mereka menemukan pasir didalamnya.
Akhirnya mereka melepaskan Mahmud dan membiarkan dia melintasi perbatasan
menuju wilayah Israel.

Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali.
Tentara Israel menghentikan Mahmud dan bertanya,
“Apa yang kamu bawa?” Mahmud menjawab, “Pasir.”
Tentara-tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu
dan tetap menemukan benda yang sama, pasir.

Kejadian yang sama berulang kali terjadi hingga tiga tahun lamanya.
Akhirnya, Mahmud tidak muncul lagi dan tentara Israel itu menjumpainya
sedang bersantai ria di luar kota Yerikho.

“Hei, kamu yang suka bawa pasir,” tegur tentara Israel itu.
“Saya menduga kamu selama ini membohongi kami saat melintas perbatasan.
Tapi saya selalu menemukan pasir di dalam tasmu.
Selama tiga tahun, saya sepertinya menjadi gila,
tidak bisa makan atau tidur memikirkan apa yang kamu selundupkan.
Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau tanya,
apa sih yang kamu selundupkan tiap hari selama tiga tahun ini?”

Mahmud menjawab dengan kalem, “SEPEDA!”

Please Jangan Besar - Besar

Para santri di suatu pondok pesantren masing-masing memelihara beberapa ekor ayam.

Suatu hari pak Ustadz ingin mengetahui
bagaimana reaksi salah seorang santrinya bila satu ayamnya dicuri.
Maka suatu malam ayam peliharaan si Muhaemin diambil diam-diam, dipotong,
kemudian dagingnya dibagi-bagikan kepada semua santri.

Esok harinya, Muhaemin melapor kepada gurunya.
“Pak Ustadz, tadi malam ayam peliharaanku dicuri orang.”
Pak Ustadz menjawab, “Sudahlah, jangan bersedih.
Ayammu itu kan pada hakikatnya milik Allah yang dititipkan kepadamu.”

Muhaemin mengangguk-angguk kemudian ngeloyor pergi sambil garuk-garuk kepala.
Dia berniat memberikan pembalasan kepada ustadznya itu.
Pada keesokan harinya, dia mencuri kambing milik pak Ustadz, dipotong, disate,
kemudian dibagi-bagikan kepada semua penghuni pondok pesantren.
Malam itu terjadi pesta makan sate yang begitu meriah.

Esok pagi, pak Ustadz marah bukan kepalang
melihat kambing miliknya dicuri orang.

Dikumpulkannyalah semua santrinya sambil menghardik,
“Hayo mengaku, siapa yang mencuri kambing saya kemarin?”
Semua santri diam ketakutan. Tak lama kemudian Muhaemin bertanya,
“Pak Ustadz, bukankah kambing yang hilang itu pada hakikatnya adalah milik Allah?”

Pak Ustadz menjawab...
“Punya Allah sih punya Allah …
tapi jangan yang besar-besar dong!”

Keluarga Homo

Seorang pria memasuki sebuah bar dan berkata pada bartendernya :

“Hei bung, berikan aku 7 gelas dobel Vodka!”

Bartender menjawab : “Wow,anda pasti sedang mengalami hari seperti di neraka hari ini”

Pria : “Ya anda bener, aku baru aja tahu kalo abang ku adalah seorang gay!”

Keesokan harinya si pria kembali datang ke bar itu
dan memesan minuman yg sama.

Ketika bartender menjawab ada masalah apa lagi hari ini,
si pria menjawab : “Aarrggh, aku baru saja mengetahui

kalo ternyata adik laki-laki ku juga seorang gay!!”

Pada hari ketiga si pria kembali mendatangi bar tsb
dan kembali memesan 7 dobel vodka dan langsung meneguknya sekaligus.

Bartender yang melihatnya lalu berkata :
“Ya Tuhan, tidak adakah anggota keluargamu yang menyukai wanita??”

Si pria lalu meletakkan gelasnya dan berkata dengan pandangan teler :
“Ya ada... Istriku... !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar